WELCOME


SELAMAT BERKUNJUNG DI KORDKITA.BLOGSPOT.COM

PENCARIAN

IKLAN

Rabu, 03 September 2008

Kisah Pak Dahlan dan Istrinya

Pak Dahlan dan istrinya adalah pasangan suami istri yang rukun, mereka tidak
pernah kelihatan bertengkar meskipun mereka sudah berumah tangga sekitar 60
tahun. Istrinya sangat penurut, apa-apa yang diminta dan disuruh oleh
suaminya selalu dilaksanakan tanpa ada bantahan barang sedikitpun dari
istrinya. Sedangkan pak Dahlan dikenal sebagai seorang yang sangat sabar.

Pak Kasim teman pak Dahlan semasa revolusi fisik menceritakan ihwal kenapa
istrinya pak Dahlan begitu penurut.
Pada tahun 1946 pak Dahlan hendak mengungsi bersama istrinya,kendaraan yang
dipakai adalah delman yang pada waktu itu sudah terbilang mewah jika sebuah
keluarga mempunyai delman. Baru beberapa kilometer berjalan kuda delman itu
jatuh, mungkin karena kecapekan membawa beban yang sangat berat. Pak Dahlan
bergegas turun untuk membantu kudanya berdiri kembali sambil berseru “satu
!!!”. Ketika beberapa saat kuda itu jalan, kuda tersebut jatuh kembali. Pak
Dahlan bergegas turun membantu kudanya berdiri kembali sambil mengatakan
“dua”. Istrinya keheranan. Ketika perjalanan dilanjutkan, kuda itu jatuh
kembali.Pak Dahlan bergegas turun kembali sambil mengatakan “tiga” lalu pak
Dahlan langsung mengeluarkan pistol di samping celananya lalu
“DOR…DOR…DOR” kuda itu langsung mati. Melihat hal itu istrinya langsung
memarahi sambil memaki-maki pak Dahlan karena sudah menembak kuda
satu-satunya sehingga mereka tidak bisa melanjutkan perjalanannya. Belum
habis marah sang istri, pak Dahlan langsung menyela dengan mengatakan
“satu !!!”.

Sampai sekarang pak Dahlan dan istrinya hidup rukun dan damai….

Sang Preman

Suatu hari seorang preman mendekati 4 orang pemuda yang lagi
duduk di kedai nasi untuk meminta uang secara paksa.

Lalu sang preman mencoba menggerak mereka, “SIAPA YANG BERANI DI SINI??”
Seorang pemuda berdiri dan berkata, “SAYA BERANI!”
Preman itu menggertak sekali lagi, “AYO! SIAPA LAGI YANG BERANI??!”
Pemuda berikutnya berdiri dan berkata, ” SAYA JUGA BERANI!!”
Preman itu mulai gentar, tapi dia terus menggertak, “SIAPA LAGI??!”
2 pemuda berikutnya berdiri dan berkata, “KAMI BERANI!”
Preman itu pun ciut nyalinya dan berkata,”KALAU BEGITU KITA ADALAH
5 ORANG PEMUDA PEMBERANI!!”

PUNYAMU

Patrick masuk ke ruang praktek dokter dengan wajah babak belur dan
sebuah raket tenis yang jebol terkalung di lehernya.
“Jangan khawatir, saya akan segera menolong anda. Tapi terlebih dahulu,
mengapa raket itu sampai melilit leher anda?”
“Ceritanya begini, dokter”, kata Patrick.
“Tadi sore, saya dan istri saya pergi bermain tenis. Lalu istri saya
melakukan pukulan yang begitu keras sehingga bolanya hilang dari
pandangan kami. Kami sibuk mencari bola itu. Kemudian di pojok lapangan saya
melihat seekor sapi betina sedang berbaring-baring. Saya dekati sapi itu, dan
dengan perlahan-lahan ekornya saya angkat. Astaga ! ternyata bola tenis yang
hilang itu memang ada dibawah pangkal ekornya. Saya berteriak memanggil
istri saya “Sayang, kelihatannya ini sepertinya punyamu”. Dan dokter,
setelah mengucapkan kata-kata itu saya tidak ingat apa-apa lagi”.

Cara Cepat Memanggil Istri

Seorang laki-laki muda tampak kebingungan di tengah
sebuah pameran. Beberapa kali ia mondar-mandir dan
celingukan tak ditemui apa yang dicari. Melihat
kebingungan lelaki ini, satpam pun menghampiri dan
menanyakan apa yang dicari.

Lelaki : ” Saya mencari istri Saya yang tadi bersama
Saya terus hilang di tengah pameran ini, Pak. ”

Satpam : ” Ciri-cirinya gimana, biar Saya bantu cari ?”

Lelaki : ” Terimakasih, kalau Anda bisa bantu Saya
tolong
carikan seorang wanita muda yang cantik untuk
ngobrol
dengan Saya. ”

Satpam : ” Lho kok, bukannya Anda cari istri Anda ?”

Lelaki : ” Iya karena itulah Saya minta seorang wanita
muda, cantik untuk ngobrol dengan Saya sebab biasanya
istri Saya akan muncul entah dari mana kalau melihat saya
dekat wanita cantik”

Satpam : “???!?”

Berbagi

Lihat Bung Karno

Sepasang suami istri yg kuper ikut dalam sebuah pesta.
Nyonya rumah: Bung Karno itu mengagumkan sekali, ya!!
Istri: Bung Karno? Wah, Anda benar. Saya suka sekali sama dia.
Baru tadi pagi saya lihat dia naik bis P16 ke arah Blok M.
Seketika orang-orang menatap si wanita dengan pandangan
aneh, termasuk suaminya. Ia menarik istrinya dan berbisik,
“Kita pulang!”
Istri: Mas marah, ya?
Suami: Oh, ya? Kamu nggak sadar? Aku nggak pernah semalu
ini dalam hidupku. Kamu bilang lihat Bung Karno naik bis P16
ke arah Blok M? Bego banget, sih! Apa kamu nggak tahu kalau
bis P16 itu ke arah Lebak Bulus?!

Enakan ibu

Di suatu sudut di kota Jakarta tinggal sebuah keluarga yang kelihatannya
cukup bahagia. Rumah bagus dengan halaman luas, punya mobil mewah, seorang
Istri yang cantik dan bekerja pada sebuah Perusahaan bonafid, dua orang
anak yang sedang lucu-lucunya, seorang Pembantu bernama Inem dan seorang
Supir pribadi bernama Parto.

Mungkin di karenakan pekerjaan si Istri yang sangat sibuk (maklum Executive
Secretary) sehingga sering pulang malam dan dalam keadaan sangat lelah.

Setelah sampai di rumah paling si Istri hanya sempat melihat kedua anaknya
yang sudah tidur di kamar lalu mandi dan pamit pada suaminya yang sedang
nonton Teve untuk tidur. Sehingga walaupun si suami sudah tidak kuliah lagi
(sudah bekerja) tapi akhirnya dia mendapat gelar S3 (Sebulan Sekali Setor).
Untuk satu atau dua bulan memang masih tahan, tapi akhirnya uring-uringan
juga.

> > Akhirnya dia putuskan untuk cari sasaran lain. Setelah pikir punya pikir
akhirnya pilihan jatuh pada Inem sang Pembantu) selain biaya murah juga
untuk meminimkan resiko AIDS.

Setelah berjalan sekian lama suatu saat si pembantu (P) tanya pada sang
Majikan (M).
P : ” Pak, enak mana sama Ibu . . . ? ”
M : ” Yachhh .. . . Jelas enak kamu dong Nem . . ”
P : ” Ach . . . Masa sih Pak, bukannya enak Ibu . . ? ”
M : ” Kan Saya udah sering bilang jauh lebih enak kamu . . . ”
Tetapi dengan lugunya Inem berkata : ” Tapi Kata Parto kok Lebih enakan Ibu”
M : “?!?!??!?!??!? “

Hari Paling Sial

Seorang pria yg sedang putus asa berdiam di bar selama satu setengah
jam cuma memandangi minumannya. Seorang pengemudi truk yg baru
datang langsung meneguk habis isi gelas itu. Si pria langsung menangis.
“Hei, jangan nangis, gitu, dong!” seru si pengemudi truk. “Aku cuma bercanda.
Aku beliin minuman lagi, deh!”
“Bukan, nggak usah. Hari ini merupakan hari terburuk dalam hidupku. Pertama,
aku telat ke kantor. Bosku marah besar dan aku dipecat. Ketika mau pulang,
ternyata mobilku dicuri orang. Trus, pas naek taksi, ternyata dompet dan kartu
kreditku ketinggalan di dalamnya. Sampai rumah, istriku tidur dengan tukang
kebun. Aku meninggalkan rumah dan datang ke bar ini. Dan pas aku berpikir
untuk mengakhiri hidupku, kau muncul dan meminum racunku.”